
Ngomong-ngomong soal nyamuk .... Para bhikkhu kan tidak punya rambut di kepalanya. Akibatnya, nyamuk yang mengerubung jumlahnya lebih banyak lagi. Sepertinya nyamuk juga tahu bahwa bhikkhu tidak bakal menepoki dirinya. Saya adalah bhikkhu bule pertama di sana. Dan itu juga pertama kalinya nyamuk-nyamuk itu bisa pesta Western food (makanan Barat). Para nyamuk yang sudah mencicipi Western food itu lantas menyebarkan berita itu kepada kroni-kroninya, "Hei, ayo ke sana. . .! Di sana ada Western food, 1ho!" Wah, bukan main sengsaranya saya waktu itu!
Inggris tentunya, supaya orang-orang Thai itu tidak mengerti.
Tapi, salah seorang di antara mereka memerhatikan mimik wajah saya. Walaupun ia tidak mengerti bahasa Inggris,tapi dari mimik wajah saya, ia tahu ekspresi wajah saya menunjukkan kemarahan. Lalu, dengan lembut ia menasihati saya, "Mengerjakan itu mudah, memikirkannya itu yang susah. Kalau kamu memikirkan tentang tiga hari kerja itu, ini hanya akan menimbulkan kesusahan. mengertilah hal itu. Tidak usah mengeluh, pasti akan terasa lebih mudah." Untungnya, tempat di belakang aula itu adalah tempat terakhir tanah itu dipindahkan.
Post a Comment