AJAHN NYAMUK

Tembusilah sifat sejati segala sesuatu. Di sanalah kebijaksanaan dan pandangan cerah muncul. Tembusilah masalah seperti bos dari neraka, pasangan dari neraka, atau tubuh seakan dineraka, jika Anda sangat sakit atau menderita.

Pertama-tama, coba lihat apa yang kita lakukan jika muncul masalah dalam hidup ini? Kita langsung menyewa pembasmi hama. Ketika kita menemukan kecoak di rumah, kita panggil pembasmi hama, tembak mereka dengan insektisida. Jika kita mengikuti jalan seperti itu, kali berikutnya kita mendapatkan pasangan yang tidak kita sukai, tembak mereka, atau jika kita tidak bisa mendapatkan bahan kimianya, berikutnya datang pengacara perceraian. Terhadap rasa sakit apa pun pada tubuh, tembak mereka dengan peluru ajaib yang disebut obat kimia penyembuh. Terhadap apa pun yang tidak kita sukai dalam masyarakat, kita
memanggil pembasmi hama. Inilah yang disebut niat buruk.

Sering kali, itulah kenyataannya di dunia. Kita bertemu orang, teroris, organisasi, atau golongan yang tidak kita sukai. Apa yang kita lakukan? Panggil pembasmi hama! Apakah ini efektif? Berapa hama yang harus kita musnahkan sampai kita akhimya puas?
Jawabannya: terlalu banyak hama. Bahkan, nyatanya, jika kita mulai memusnahkan hama, kita sendiri ikut menjadi hama, bisa-bisa kita ikut dimusnahkan. Hama seseorang adalah kesayangan orang lain.

Ketika kita melihat dengan cara ini, gagasan menyingkirkan hal-hal yang tidak kita sukai bukanlah jalan kedamaian, ketenangan,dan pandangan cerah. Alih-alih, kita mengikuti jalan lain. Di wihara kami di Thailand, kami mempelajari ajaran ini dari Ajahn Chah. la adalah sejenis pemimpin hebat yang memimpin dengan teladan dan pengajaran. Ia selalu berkata,”Apa pun yang mengganggumu, jangan coba memusnahkannya, tapi belajarlah darinya."

Di wihara ini, salah satu pengalaman paling sulit adalah berurusan dengan nyamuk. Anda mungkin pikir ini bukan masalah besar. Namun memangnya Anda bisa membayangkan tinggai di dalam rimba? 28 tahun yang lalu, di Thailand, saya hidup dalam rimba, dikelilingi sawah, dan tempat itu adalah sisa rimba kuno tempat begitu banyak nyamuk hidup. Ketika saya tinggal di sana, tidak ada penangkal nyamuk atau obat nyamuk. Pada tahun-tahun pertama, kami tidur di bawah pohon.


Nyamuk senantiasa berada di sana. Bahkan meski dengan segala macam kelambu dipasang, mereka selalu memiliki satu dan lain cara untuk masuk dan membuat Anda gila karena mereka begitu gigih. Nyamuk-nyamuk ini juga sadis. Ada perbedaan antara nyamuk sadis dan nyamuk biasa. Nyamuk sadis akan datang dan berdengung di sekitar telinga Anda dulu, hanya untuk memperingatkan Anda, "Saya datang! Saya datang! Saya datang!"


Dan sebagai orang baik, Anda seharusnya memiliki welas asih. Saya pun berwelas asih. Kadang saya berpikir, "Oke, gigitlah dan cepat selesaikan! Ayolah!"


Lalu nyamuk-nyamuk ini, ketika Anda melihat mereka mencobloskan mulut ke dalam kulit Anda-dan nyamuk Thai menyengat, namun berhubung Anda adalah biksu yang tangguh, jadi Anda biarkan mereka menusuk. Saya mengertakkan gigi, menegakkan tubuh, dan mereka menusuk, lalu mencabut tusukannya, berjalan beberapa langkah, lalu menusuk di tempat lain lagi! Mereka begitu pilih-pilih, mereka memanfaatkan benar welas asih saya. Seperti orang-orang yang Anda kenal, yang mengambil kesempatan ketika Anda begitu baik kepada mereka, beginilah pula nyamuk-nyamuk ini: tusuk, cabut, lalu menggigit sekujur tubuh Anda. Saya sampai berpikir,"Nyamuk, kamu benar-benar memaksakan keberuntunganmu!"


Buruknya, sebagai biksu Anda tidak boleh menepuk mereka. Andapun tak bisa mengibas mereka. Itu perbuatan sia-sia. Kadang yang bisa Anda lakukan adalah menepis atau menyentil mereka, dan tentu saja, ketika tersentil, mereka terbang berkeliling dan mendarat di tempat lain lagi di tubuh Anda. Jadi sungguh sia-sia pula. Dan setiap malam, guru kami Ajahn Chah akan datang ke wihara baru kami dari wihara utamanya yang berjarak 6 kilometer jauhnya. Ia datang untuk memimpin kebaktian sore, diikuti satu jam meditasi, lalu ceramah. Ketika kebaktian, Anda masih bisa menggunakan tangan Anda untuk mengusir nyamuk, namun saat senja hari, ketika meditasi dimulai, itulah waktu yang paling buruk. Anda tahu bagaimana biksu berpakaian, kami memiliki begitu banyak bagian kulit yang terbuka, bahkan kepala botak

tempat nyamuk bisa mendarat. Anda sih punya rambut, nyamuk tidak bisa mendarat di sana.

Lalu, nyamuk diThailand mengetahui secara genetik sejak leluhur mereka bahwa biksu adalah hidangan gratis, bebas saji. Itulah sebabnya mereka berkeliaran paling banyak di wihara ketimbang di tempat lain. Yang kedua, nyamuk Thai selama berabad-abad telah menyantap makanan Thai sehingga ketika mereka melihat, biksu bule, mereka menganggapnya sebagai hidangan luar biasa enak. Jadi mereka datang pada orang Barat, dan ini bukan berlebih-lebihan.


Kami harus duduk di sana, tidak terbiasa dengan nyamuk. Saya lahir di Inggris yang terlalu dingin bagi nyamuk, nyamuk jelas akan membeku di sana. Namun ini Thailand, dan Anda duduk disini, mereka langsung menyasar Anda. Saya ingin lari, saya ingin menepuk mereka (tapi saya biksu!). Alih-alih, Anda duduk di sana bersama guru Anda dan penduduk desa, dan merasa seperti orang bodoh. Jadi, bersama seorang biksu Amerika sahabat saya, kami memainkan permainan menghitung nyamuk yang datang menggigit paling banyak selama sejam itu. Biasanya saya hanya bisa menghitung 50-60 nyamuk pada saat yang sama, setelah itu

secara harfiah Anda tidak bisa menghitung lagi. Nyamuk berjubel terlalu dekat. Dan para biksu Thai lainnya hanya duduk di sana. Pada kemudian hari saya tahu bahwa ada sesuatu dalam metabolisme tubuh orang Thai yang demikian terbiasa dengan cuaca panas sehingga tidak menarik perhatian begitu banyak nyamuk.

Situasi ini begitu berat, bagaikan di neraka. Jadi kadang kami mengeluh pada guru kami, "Bisakah kami melakukan sesuatu? Bisakah menyediakan lotion nyamuk atau obat nyamuk lingkar?" Ajahn Chah berkata, "Tidak," dan malah bilang, ”Kalian harus memanggil nyamuk sebagai: Ajahn Nyamuk. Guru nyamuk. Jangan coba menyingkirkan mereka. Makhluk-makhluk ini ada di sini untuk mengajari kalian sesuatu!’ Ia melanjutkan, "Mulai Sekarang, saya bukan guru kalian lagi. Ini guru baru kalian, Ajahn Nyamuk. Mereka datang memberi kalian ajaran dan ceramah.Dengar baik-baik dan hentikan upaya menyingkirkan mereka."


Betapa ini adalah pelajaran kecil yang luar biasa! Karena kami harus belajar langsung dari kehidupan nyata. Dan Anda bisa belajar jauh lebih banyak ketimbang dari membaca buku, masuk Universitas, atau mendengar ceramah. Di sini Anda benar-benar belajar dari kenyataan bagaimana menanggung kesukaran dan derita dalam hidup.


Nyamuk benar-benar mengajari kami bagaimana bermeditasi dengan benar. Saya benar-benar terpusat pada napas. Saya tidak blsa melamun atau memikirkan hal lain karena ketika batin kehilangan pemusatannya, seketika itu juga rasa gatal luar biasa itu terasa di kepala dan tangan saya. Jadi setelah beberapa lama, saya belajar bagaimana masuk ke dalam keadaan meditasi mendalam, di mana Anda tidak bisa merasakan tubuh Anda lagi, keadaannya begitu damai. Lalu hal-hal yang aneh terjadi, ketika saya keluar dari meditasi mendalam, di tempat nyamuk-nyamuk berkerumun di tangan saya, tidak ada bekas gigitan sama sekall.

Karena biasanya setelah digigit Anda akan melihat benjolan kecll merah atau lecet, setidaknya akan tetap kelihatan merah.Namun tidak ada benjolan sama sekali. Awalnya saya berplklr ini ,pasti karena kekuatan meditasi. Namun beberapa tahun lalu saya mempelajari bahwa nyamuk tertarik dengan gas karbondioksida yang keluar dari pori-pori Anda. Semakin besar metabolisme Anda, semakin mereka tahu bahwa Anda ada di sana.

Dan saya mempelajarl bahwa semakin kita cemas dan tegang dalam menghadapi kesulitan dan derita hidup, makin bertambah hebat pula deritanya. Ketika kita benar-benar rileks dan melepas,masalah pun akan sirna.
Share this post :

+ comments + 1 comments

Anonymous
July 4, 2014 at 6:19 PM

keren

Post a Comment

Google Translate

Popular Post

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Kumpulan Artikel Buddhist - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger